• Air Susu dibalas Air Tuba - Bantahan Atas Berita Miring pada Media Online

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

     

    Terkait pemberitaan pada beberapa media online baru-baru ini yang telah merusak nama baik kami, dengan ini kami memberitakan bantahan sekaligus untuk meluruskan informasi-informasi yang menurut hemat kami telah terdistorsi sebagai berikut:

     

    Pertama. Bahwasannya RS Multazam Medika terikat kepada kredo kami “Sepenuh hati menyehatkan ummat” tanpa memandang status pasien, latar belakang ekonomi, sosial, agama, maupun kepesertaan BPJS. Kami sangat menyayangkan insiden tersebut terjadi di dalam lingkungan kami dan turut berempati atas kehilangan yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan.

     

    Kedua. Bahwasannya kami telah membuka arsip Rekam Medik kami dan tidak menemukan kejanggalan apapun kecuali KU (kondisi umum) pasien berinisial SM (selanjutnya kami sebut almarhumah) sudah dalam kondisi buruk ketika dirujuk ke fasilitas kesehatan kami. Kami akan sesegera mungkin berkoordinasi dengan otoritas kesehatan terkait, cq. Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi untuk memastikan bahwa prosedur medik yang kami jalani telah sesuai dengan standar medis yang baik. Koordinasi ini telah dilaksanakan dengan baik pada tanggal 14.10.2016 di Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dan disaksikan oleh pihak keluarga dan media.

     

    Ketiga. Meskipun kami telah melaksanakan tugas kami dengan sebaik-baiknya, kami memahami kekecewaan keluarga almarhumah yang mendalam. Kami akan membuka pintu komunikasi dengan keluarga pasien yang ditinggalkan sebagai mitra dan kawan bicara. Perlu kami sampaikan juga di sini bahwa keluarga almarhumah telah mendapatkan keringanan-keringanan administratif dan pembiayaan dari pihak kami bahkan ketika mereka datang tanpa adanya pihak yang menjamin –perlu diketahui kami memang belum merupakan provider BPJS. Menyimak opini yang sudah terlanjur berkembang, kami sungguh berharap bahwa insiden ini tidak harus masuk ke ranah pencemaran nama baik.

     

    Keempat. Kami sangat menyesalkan pemberitaan yang mengesankan kami telah “mengerjai pasien BPJS” seperti dimuat pada beberapa harian online per tanggal 13.10.2016. Meskipun pada hakikatnya kami sangat menghargai kebebasan kawan-kawan pers, faktanya adalah kami dimintai keterangan secara tidak menyeluruh. Fakta medis lainnya adalah COD (Cause of Death) almarhumah bukan dikarenakan kehabisan darah. Kami juga menggratiskan biaya ambulans almarhumah tanpa fakta itu pernah dikutip. Potongan-potongan informasi yang tidak akurat ditambahi dengan “bumbu” judul artikel yang bombastis dan provokatif membuat kami sungguh-sungguh mengkhawatirkan standar jurnalistik yang digunakan oleh media-media tersebut dalam membuat dan menayangkan berita. Kami sungguh berharap hal ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Jikapun hal ini terus berlanjut, kami akan menginventarisir opsi-opsi hukum yang tersedia untuk membela hak dan nama baik profesi serta tenaga medis yang kami naungi.

     

    Kelima. Kami menghimbau pasien setia kami dan masyarakat luas untuk bersikap arif dan tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita negatif yang dialamatkan kepada fasilitas kesehatan manapun, termasuk RS Multazam Medika. Profesi kesehatan perlu dihargai dan diapresiasi secara layak agar kami dapat bekerja dengan tenang dan sungguh-sungguh dalam melayani masyarakat.

     

    Sebagai penutup, dengan ini kami mengajak semua pihak untuk mendoakan almarhumah agar diterima seluruh amal ibadahnya di sisi Allah SWT dan agar keluarga yang ditinggalkan mampu melewati musibah ini dengan baik. Kami meyakini kearifan dan kebijaksanaan seluruh pihak yang terkait agar hal ini dapat terselesaikan dengan baik.

     

    Demikian surat sanggahan ini kami sampaikan.

     

    Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

     

    Bekasi, 14.10.2016

    Direksi & Manajemen RS Multazam Medika